Site Overlay

WHO Imbau agar Lansia dan Orang Berisiko Diprioritaskan untuk Vaksinasi Covid-19

Suara. com – Sistem Kesehatan Dunia (WHO) mendesak pemerintah untuk jangan zaman memvaksinasi Covid-19 anak-anak jika orang tua dan itu yang berisiko belum menyambut vaksin sepenuhnya. Hal itu dinyatakan oleh WHO pada Jumat (7/5/2021).

Melansir lantaran Medical Xpress, pernyataan WHO muncul setelah Kanada mengakui penggunaan vaksin Pfizer dalam anak-anak. Negara-negara kaya yang lain juga akan mengikuti jarang tersebut.

“Prioritas benar-benar perlu untuk memperoleh vaksin ke semua negara di dunia untuk gerombolan prioritas tertinggi sebelum kita mulai maju ke ikatan yang memiliki risiko aib yang jauh lebih aib, ” kata Dr. Kate O’Brien, direktur vaksin & imunisasi WHO.

Kanada dalam hari Rabu (5/5/2021) membenarkan penggunaan vaksin Pfizer-BioNTech Covid-19 pada anak-anak berusia 12 tahun ke atas. Kanada menjadi negara pertama yang melakukannya.

Baca Juga: Harapan WHO Olimpiade Tokyo Dapat Terlaksana

Kepala penasihat medis Kanada, Supriya Sharma mengatakan pada konferensi pers bahwa Inggris & Uni Eropa diharapkan cepat mengikuti mereka, setelah meninjau hasil pengujian yang diajukan oleh Pfizer.

Vaksin Pfizer. (Anadolu Agency/Tayfun Cokun)

Amerika Serikat juga mau mengesahkan vaksin Pfizer-BioNTech untuk anak usia 12 hingga 15 tahun paling segera pertengahan Mei.

Sementara otorisasi semacam itu akan membuka jalan bagi jutaan bertambah banyak orang untuk menerima vaksin di negara-negara kaya, tindakan tersebut menambah kekhawatiran WHO atas kontrasnya peluncuran vaksin di Afrika dan negeri miskin lainnya.  

“Ketika kita mempunyai suplai yang didistribusikan secara adil dan merata, jadi setiap negara telah menyembunyikan implementasi vaksin untuk kelompok-kelompok prioritas tertinggi tersebut, kami sangat menyambut baik penggunaan vaksin, ” kata O’Brien.

Mengaji Juga: Sarjana Inggris Sebut Varian Pertama Virus Corona dari India Mengkhawatirkan