Site Overlay

Wanita yang Kerap Terbangun pada Malam Hari Berisiko Wafat Muda, Kok Bisa?

Suara. com – Sebuah penelitian mengungkapkan perempuan yang sering terbangun di malam hari 2 kali lebih berisiko meninggal negeri di usia muda. Namun, mereka bisa mengurangi risikonya dengan mencegah terbangun pada malam hari.

Dokter menyarankan orang yang sering terjaga malam hari untuk menyekang telinga agar tak barangkali mendengarkan suara apapun, mengobati kebiasaannya mendengkur dan menyandarkan berat badan. Penelitian ini melibatkan 8. 000 pria dan wanita dalam kondisi mereka tidak sadar ataupun sedang tertidur di malam hari.

Kultur terbangun di malam hari ini terjadi sebagai bagian dari kemampuan tubuh merespons situasi yang berpotensi bahaya, seperti kebisingan, rasa melempem, suhu dan cahaya.

Kendala pernapasan termasuk gejala sleep apnea , yang menyebabkan orang terbaring mendengkur juga bisa membuat mereka menjadi tak sadar.

Membaca Juga: Sesudah Afrika Selatan, Kini Ada Varian Baru Virus Corona dari India?

Rasam terbangun di malam hari ini belum tentu diingat besok paginya, tetapi tentu akan membuat orang mengenai.

Penelitian oleh University of Adelaide, Australia dilansir daripada The Sun , mengatakan gangguan tersebut terkait dengan tekanan pembawaan yang lebih tinggi pada antara masalah kesehatan lainnya, terutama bila sering berlaku.

Ilustrasi terbaring nyenyak (Pixabay/xiangying_xu)

Mereka melakukan penelitian ini menggunakan data sejak 3 studi terpisah di mana partisipan mengenakan monitor tidur selama satu malam. Masing-masing diberi skor persentase, yang menggabungkan seberapa sering mereka terbangun di malam hari, berapa lama durasinya dan berapa lama jam tidurnya.

Peserta ditindaklanjuti selama beberapa tahun, yang berkisar dari sama 6 tahun sampai 11 tahun.

Penulis utama menuntut, profesor Mathias Baumert & rekannya menemukan bahwa perempuan yang sering terbangun suangi hari lebih sedikit daripada pria.

Baca Juga: 6 Efek Samping Vaksin AstraZeneca dan Berita Hits Kesehatan Lainnya

Tapi, wanita memiliki dampak lebih besar dibandingkan pria, pertama risiko kematian akibat aib kardiovaskular, yakni masalah kesehatan tubuh yang mempengaruhi jantung ataupun pembuluh darah, seperti stroke atau serangan jantung.

Scroll Up