Site Overlay

Vaksin Merah Putih Ditargetkan Kantongi Izin Edar Darurat di Medio 2022

Suara. com kepala Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Laksana Tri Handoko mengatakan izin edar darurat penggunaan Vaksin Merah Putih ditargetkan dapat diperoleh di pertengahan 2022.

“Secara riil kemungkinan akan siap memiliki izin edar darurat rata-rata tahun 2022, ” kata pendahuluan Handoko di Jakarta, Kamis (2/9/2021).

Handoko menuturkan progres pengembangan Vaksin Merah Putih yang menyesatkan cepat saat ini adalah yang dikerjakan oleh tim dari Lembaga Biologi Molekuler Eijkman yang bekerja setara dengan PT Bio Farma, dan tim dari Universitas Airlangga yang bekerja sebanding dengan PT Biotis.

Eijkman mengembangkan bibit vaksin berbasis sub-unit protein rekombinan, sementara Universitas Airlangga mengembangkan calon vaksin berbasis virus dengan dimatikan atau diinaktivasi.

Baca Selalu: BRIN: Integrasi 4 LPNK Tak Ganggu Kinerja Periset

Handoko menekankan target utama perluasan vaksin bukan untuk “juara” efikasi. Selama memenuhi pengampu Badan Kesehatan Dunia (WHO), yaitu efikasi di pada 50 persen, maka vaksin sudah bisa dipakai.

BRIN fokus mendukung dan menyediakan periset dan mitra pabrik untuk mencapai target benar secara ilmiah dan menutup standar regulasi dari dominasi, sehingga siap dihilirkan sebab industri terkait.

Oleh sebab itu, pengembangan Vaksin Merah Putih harus mampu menutup standar regulator dan memperoleh izin edar darurat seperti vaksin yang lain. Secara demikian, Vaksin Merah Suci dapat digunakan untuk relevansi masyarakat.

Buat mendukung pengembangan Vaksin Merah Putih, BRIN fokus membangun fasilitas animal Biosafety Golongan 3 (BSL-3) untuk primata skala besar, dan sarana good manufacturing practice (GMP) untuk produksi terbatas kandidat vaksin berbagai platform untuk kebutuhan uji praklinis serta uji klinis.

Fasilitas animal-BSL-3 berfungsi sebagai sarana untuk pembuktian keamanan dan keistimewaan kandidat vaksin dan bermacam-macam obat yang dikembangkan. [Antara]

Baca Juga: Semua LPNK Melekat ke dalam BRIN sejak 1 September 2021