Site Overlay

Update Covid-19 Global: Kasus Infeksi Turun, Vietnam Longgarkan Peraturan Lockdown

Suara. com – Pada akhir minggu terakhir di bulan September ini, tercatat update Covid-19 global telah mencapai 232, 24 juta infeksi, ataupun bertambah 376. 657 urusan dalam 24 jam final.

Angka kematian juga beranjak 5. 881 jiwa, menyusun total kematian akibat Covid-18 mencapai 4, 75 juta jiwa di seluruh negeri.

Data di situs Worldometers menunjukkan kalau kasus global turun 10 persen dalam sepekan final. Seluruh negara melaporkan peristiwa positif mingguan di kolong 1 juta selama sepekan terakhir.

Termasuk Amerika Serikat yang masih selalu mengatasi kasus baru harian. Urusan baru AS turun 19 persen dalam seminggu. Lantaran 1, 04 juta urusan pada dua pekan berantakan menjadi 854. 533 kejadian.

Baca Juga: Update Covid-19 Global: Korea Selatan Cetak Rekor Kasus Infeksi Baru

Di Asia Tenggara, penurunan kasus membangun mingguan turut terjadi dalam Vietnam. Negara itu kini berencana lakukan pelonggaran susunan pembatasan aktivitas atau lockdown setelah kasus turun 11 persen dalam sepekan final.

Perdana Menteri Pham Minh Chinh mengatakan, pelonggaran dikerjakan agar bisnis bisa kembali berjalan untuk memulai buatan pada pekan depan.

“Sekitar 30 September, lokasi yang aman dapat mengurangi penyekatan Covid dan menghidupkan kembali kegiatan bisnis dan sosial, ” kata Chinh di pertemuan pemerintah, dikutip dari Channel News Asia.

Keputusan itu diambil ketika Vietnam mengalami penurunan tingkat kematian harian kelanjutan virus corona. Dalam sepakan angka kematian akibat Covid-19 di Vietnam turun 16 persen.

Pada Sabtu (25/9), Vietnam melaporkan 9. 682 kasus baru, menandai hari ketiga berturut-turut tingkat infeksi di bawah 10 seperseribu. Negara ini telah mencetak lebih dari 746. 600 kasus secara total, secara 18. 400 kematian.

Baca Juga: Maruf Mengabulkan Imbau Milenial Ambil Hikmah Pandemi Covid-19

Vietnam, dengan populasi 98 juta juga sedang mempercepat agenda vaksinasinya. Meskipun penyuntikan harian telah mencapai 700 ribu, namun cakupannya baru tujuh, 61 persen, salah kepala yang terendah di Asia Tenggara.