Site Overlay

Trio Fauqi Meninggal, Kemenkes Hentikan Sementara Vaksin AstraZeneca

Suara. com – Negeri melalui Kementerian Kesehatan mengeluarkan sementara penggunaan vaksin AstraZeneca batch CTMAV547 untuk pengujian sterilitas dan toksisitas oleh Badan Pengawas Obat serta Makanan (BPOM).

Pengujian dilakukan setelah seorang pemuda berumur 22 tahun, Trio Fauqi Firdaus, meninggal dunia sehari setelah menerima vaksin Covid-19 batch tersebut.

“Komnas KIPI telah menyarankan BPOM untuk melakukan tes sterilitas dan toksisitas kepada Kelompok tersebut dikarenakan tak cukup data untuk menegakkan diagnosis penyebab dan klasifikasi dari KIPI yang dimaksud, ” kata juru cakap Vaksinasi Covid-19 Kemenkes dr. Siti Nadia Tarmidzi dikutip dari situs resmi Departemen Kesehatan, Minggu (16/5/2021).

Nadia menyampaikan bahwa penghentian tengah itu sebagai upaya kehati-hatian pemerintah untuk memastikan kesejahteraan vaksin.

Baca Juga: Pakar Cari Tahu Penyebab Vaksin Covid-19 Picu Pembekuan Darah

Meski sejenis, tidak semua batch vaksin AstraZeneca dihentikan distribusi & penggunaannya. Hanya Batch CTMAV547 yang dihentikan sementara sambil menunggu hasil investigasi dan pengujian dari BPOM dengan kemungkinan memerlukan waktu utama hingga dua minggu.

Data Kemenkes, batch CTMAV547 saat ini berjumlah 448. 480 dosis yang merupakan bagian dari 3. 852. 000 dosis vaksin AstraZeneca dengan diterima Indonesia pada 26 April 2021 melalui rencana Covax Facility-WHO. Batch itu sudah didistribusikan kepada TNI dan sebagian ke DKI Jakarta juga Sulawesi Melahirkan.

Nadia menegaskan bahwa selain AstraZeneca batch CTMAV547, vaksin Covid-19 aman digunakan jadi masyarakat tidak perlu ragu.

“Kementerian Kesehatan mengimbau masyarakat untuk tenang dan tidak termakan sebab hoax yang beredar. Asosiasi diharapkan selalu mengakses informasi dari sumber terpercaya, ” kata juru bicara Departemen Kesehatan dr. Siti Nadia Tarmizi.

Sehingga penggunaan vaksin AstraZeneca batch lain sedang digunakan dibeberapa daerah zaman ini. Berdasarkan data Komnas KIPI, belum pernah tersedia kejadian orang yang wafat dunia akibat vaksinasi Covid-19 di Indonesia. Termasuk selalu peristiwa yang terjadi di dalam Trio Fauqi, disimpulkan Komnas KIPI bahwa bukan vaksin yang jadi penyebab kematiannya.

Mengaji Juga: Pakar: Vaksin Covid-19 Kurang Efektif Lawan Varian Virus Corona India

Dalam kira-kira kasus sebelumnya, meninggalnya orang yang statusnya telah divaksinasi Covid-19 karena penyebab asing.

“Penggunaan vaksin AstraZeneca tentu terus berjalan dikarenakan vaksinasi Covid-19 membawa manfaat bertambah besar, ” pungkas Nadia.