Site Overlay

Tingkatkan Risiko Infeksi, Ini Dampak Buruk Waxing pada Rambut Kemaluan

–>

Suara. com – Bagi beberapa perempuan, memiliki bulu kemaluan mungkin kurang membuat damai. Itulah sebabnya mereka memilih menghilangkan rambut pada bagian vital tersebut hingga benar-benar bersih.

Ada banyak jalan menghilangkan rambut kemaluan, mulai dar menggunting, mencukur, menggunakan perawatan laser, hingga waxing.

Beberapa pakar merekomendasikan di dalam perempuan, dan juga laki-laki, untuk tidak menghilangkan rambut kemaluan dengan total. Tujuannya, menghindari penularan keburukan hingga menjaga area kulit tidak saling menempel.

“Rambut di sana buat mempertahankan sedikit aliran udara serta menjaga agar area kulit dengan terlipat tidak saling menempel & menyebabkan ruam dan infeksi, dengan dikenal sebagai intertrigo, ” terang Jessica Krant, MD, Asisten Guru besar Klinis Dermatologi di SUNY Downstate Medical Center di New York.

Menurutnya, waxing membuat kulit terinfeksi depan folikel yang terluka memungkinkan infeksi masuk ke lubang baru kelanjutan kontak kulit dengan orang yang terinfeksi, atau secara teknis, apalagi dengan berbagi penggunaan handuk dengan dipakai orang terinfeksi.

Ilustrasi waxing. (Shutterstock)

“Waxing artinya benar-benar mencabut bulu dari akarnya, dan kita seluruh tahu atau pernah mendengar kalau ini adalah proses yang sengit. Menarik rambut berarti mencabutnya dibanding akar. Ini meninggalkan luka mungil tepat di bawah permukaan. ”

Sandra Johnson, MD, seorang dokter indra peraba dalam praktek di Fort Smith, Ark., pun menjelaskan risiko asing dari waxing, dilansir Huffington Post :

– Infeksi Menular Seksual (IMS)

“Setiap infeksi dengan membutuhkan kontak untuk menyebar akan lebih mudah ditularkan jika tersedia kerusakan pada kulit di daerah tersebut. Ini bisa berupa apa saja, mulai dari luka gores sampai ke akar folikel mikroskopis yang tidak terlihat di permukaan. ”

“Herpes, HPV (kutil kelamin & kemungkinan kanker serviks), HIV, ataupun IMS lain juga meningkatkan risiko trauma kulit, ” sambungnya.

berantakan Rasa terbakar

“Kulit akan lebih rentan terbakar dan terkelupas kelanjutan waxing karena krim yang dipergunakan melonggarkan perlekatan sel-sel kulit dan menyebabkan peningkatan pengelupasan kulit. ”

– Rambut yang tumbuh ke dalam

“Mencabut rambut dari akarnya berarti ‘rambut bayi’ yang mutakhir, tipis dan lunak akan mulai tumbuh… Ini sering bisa terjebak dan tersangkut di bawah permukaan, menyebabkan benjolan teriritasi, yang dapat terinfeksi dan tahan lama. ”

kepala Jaringan parut

“Waxing mengiritasi indra peraba, yang bila dilakukan berulang kala dapat menyebabkan iritasi kulit biut dan jaringan parut. ”