Site Overlay

Tanpa Kepedean, Kemenkes: Hasil Ulangan Antigen atau PCR Negatif Bukan Jaminan Aman

Perkataan. com – Setahun sudah negara-negara pada dunia termasuk Indonesia dilanda pandemi Covid-19. Masyarakat zaman ini sudah mulai terbiasa perubahan-perubahan aktivitas yang istimewa.

Salah satunya masyarakat sudah mulai terbiasa dengan pekerjaan Swab PCR atau Swab Antigen sebelum melakukan berkegiatan. Hasil tes tersebut pun menjadi sangat penting ditengah pandemi saat ini.  

Hal itu dilakukan untuk memastikan kesahatan masyarakat, apakah orang tersebut terbebas dari virus tersebut atau tidak sebelum melayani aktivitasnya.  

Namun ternyata, Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan tubuh menyatakan bahwa swab antigen atau swab PCR kalau hasilnya negatif tidak menjamim bahwa seseorang tidak terinfeksi virus tersebut.  

Baca Juga: Tegakkan Prokes, Polisi Gencar Operasi Yustisi di Pintu Masuk Tunggal

Aparat melakukan tes swab antigen terhadap pemudik di Posko Penyekatan Jatiuwung, Kota Tangerang, Rabu (19/5/2021) malam. [Suara.com/Jehan Nurhakim]

Pasalnya, seseorang yang dinyatakan negatif masih mampu terpapar virus tersebut makin jika mereka juga sangat abai untuk menerapkan aturan kesehatan yakni 3 M.  

Hal tersebut diungkapkan Kemenkese melalui akun instagram @kemenkes_ri. Menurutnya,  

kepekaan tes-tes tersebut hanya sekira 80-95 persen. Artinya karakter di dalam pesawat hawa, kereta api, bis, pesawat, dan lainnya mungkin 5-20 persen positif Covid-19. Sayangnya tidak terdeteksi oleh tes tersebut sehingga seolah-olah minus.  

Masa berada di ruangan tertutup seperti kereta api, bus, kapal, dan pesawat terbang ada sekira 5-20 persen yang positif Covid-19 tapi tidak terdeteksi oleh ulangan tersebut.  

Bila masker melorot, longgar, atau terlalu tipis, maka virus daripada 5-20 persen orang itu yang sering berbicara selama perjalanan lebih dari kepala jam, dapat menyebar ke orang-orang sekitarnya karena ruangan tertutup.

Baca Juga: Hingga Akhir Pekan Ini, Warga yang Positif Covid-19 di Sleman Mencapai 16. 017 Kasus

Oleh sebab itu, pihaknya menghimbau kepada masyarakat untuk langgeng menerapkan protokol kesehatan di dalam setiap aktivitasnya dan menghindari kerumunan untuk menanggulangi penyaluran virus Covid-19 agar cepat berakhir.  

Scroll Up