Site Overlay

Taliban Kuasai Afghanistan, WHO Kesulitan Kirim Bantuan Medis

Suara. com – Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengaku kesulitan mengirim bantuan bagi penduduk Afghanistan, sudah negara tersebut jatuh di kendali Taliban.

Dilansir KURUN, lebih dari 500 ton bantuan medis bagi penduduk Afghanistan yang akan didistribusikan pekan ini tertahan oleh pembatasan di bandara Kabul.

Pasokan itu termasuk peralatan bedah & paket makanan bagi penanggung kurang gizi yang berat.

Badan-badan bantuan mengatakan sediaan medis dan makanan itu sangat penting bagi sekitar 300. 000 orang Afghanistan yang terpaksa mengungsi di dua bulan terakhir kala pemberontak Taliban melakukan serangan intensif yang berujung dengan pengambilalihan Kabul pada 15 Agustus.

Baca Juga: Cina Tuntut Warganya dalam Afghanistan Untuk Berpakaian Muslim

Marinir AS bersama Satuan Suruhan Udara-darat Laut Tujuan Khusus – Tanggap Krisis awut-awutan Komando Pusat, memberikan batuan selama evakuasi di Bandara Internasional Hamid Karzai, di Kabul, Afghanistan, Jumat (20/8/2021). (via Reuters/US Marines)

Hampir 18, 5 juta orang atau setengah dari populasi Afghanistan bergantung pada bantuan & kebutuhan mereka diperkirakan akan meningkat akibat bencana kekeringan.

Namun, penutupan bandara Kelulusan bagi penerbangan komersial sudah menghambat pengiriman bantuan, sebutan direktur kedaruratan regional WHO, Dr. Richard Brennan.

“Ketika mata dunia kini terpaku pada orang-orang yang dievakuasi dan pesawat-pesawat yang pergi ke (Kabul), kami kudu mengirimkan pasokan ini untuk membantu mereka yang tertinggal, ” kata Brennan dalam pernyataan.

Dia mengatakan WHO telah menodong pesawat-pesawat kosong singgah di Dubai, Uni Emirat Arab, untuk mengangkut pasokan daripada gudang mereka dalam penjelajahan menuju Afghanistan.

WHO selalu tengah mengatur sebuah “jembatan udara kemanusiaan” untuk pengiriman bantuan, kata Brennan.

Baca Pula: Warga Cina di Afghanistan Diminta Berbusana Islami

Direktur eksekutif badan anak-anak PBB UNICEF, Henrietta Fore, pada Senin mengatakan sekitar 10 juta anak di Afghanistan menggunakan bantuan kemanusiaan.