Site Overlay

Tak Cuma di Indonesia, Varian Delta Picu Juga 50 Persen Lonjakan Covid-19 pada Inggris

Suara. com kepala Virus corona varian delta disebut menjadi salah satu penyebab di balik lonjakan kasus dalam sejumlah tempat. Bukan hanya di Indonesia, varian itu disebut memicu 50 obat jerih lonjakan infeksi di Inggris sejak Mei.

Hal tersebut terungkap berdasarkan studi prevalensi besar yang dipimpin sebab Imperial College London di Kamis setelah Perdana Menteri Boris Johnson menunda penghapusan pembatasan COvid-19.

Dikutip dari ANTARA, kondisi itu yang membuat Boris Johnson makin yakin untuk membuka pembatasan Covid-19 pada Inggris hingga 19 Juli. Ini juga menjadi pokok untuk makin perlunya memvaksinasi masyarakat lebih banyak.

Babak terbaru survei prevalensi REACT-1, yang dilakukan antara 20 Mei-7 Juni, menemukan kebiasaan sebesar 0, 15 persen dibandingkan dengan 0, 10 persen dalam kumpulan masukan terakhir dari akhir April sampai awal Mei.

Baca Selalu: Bertambah 177 Kasus, Pasien Positif Covid-19 di Kaltim Capai 73. 218 Orang

Ilustrasi Virus Corona (Unsplash/CDC)

“Prevalensi secara eksponensial terangkat, yang dipicu oleh usia yang lebih muda… dan tampaknya bertambah dua kali lipat setiap 11 keadaan. Jelas, bahwa ini informasi buruk, ” kata Steven Riley, profesor penyakit menular di Imperial College London kepada awak media.

Studi itu merupakan survei prevalensi terbesar di Inggris, dengan 109. 000 partisipan diuji dalam putaran terakhir.

Informasi baiknya, cakupan vaksinasi yang tinggi di Inggris kurang memperlambat peningkatan kasus secara ekponensial. Ia mengatakan peluncuran cepat vaksinasi pada klan usia yang lebih bujang seharusnya bisa memperlambatnya.

Lebih dari separuh populasi orang dewasa di Inggris telah menerima ukuran lengkap vaksin, dan lebih dari tiga-perempat orang masa telah menerima sedikitnya mulia dosis vaksin.

Meski varian Covid-19 Delta secara substansial mengurangi keampuhan satu ukuran vaksin terhadap gejala rendah, namun dua dosis sedang memberikan perlindungan kuat terhadap penyakit parah, seperti yang ditunjukkan bukti awal.

Baca Juga: Mengerikan! Ratusan Orang di Gedung Sate Positif COVID-19, Bahkan Sekda Ikut Kena

“Temuan-temuan ini menyoroti konteks faktual di mana kami menjemput keputusan sulit untuk menunda Langkah 4 peta ulama keluar dari penguncian, ” kata Menteri Kesehatan Matt Hancock, merujuk pada penghapusan pembatasan terakhir yang tersisa di Inggris.