Site Overlay

Stagnan saat Ada Masalah Justru Memperburuk Keadaan dan Mengancam Kesehatan Mental

Suara. com – Di setiap orang memiliki cara penyelesaian masing-masing. Ada beberapa yang mau membicarakannya, tetapi ada yang memilih diam, lalu melupakannya.

Terkadang, orang yang memilih untuk diam ataupun silent treatment, misalnya, lalu dia menyendiri, hanya menyerahkan balasan singkat, atau apalagi mengacuhkan seseorang, mereka cuma ingin menghindari konflik.

Tetapi, apakah jalan diam ini akan jadi menyelesaikan masalah tersebut?

Jawabannya tergantung pada tujuan Kamu, menurut Live Science .

Baca Juga: Sederet Masalah yang Ada di Xiaomi Perusak 11

“Jika Anda hanya ingin memberi tahu orang lain bahwa Kamu sedang kesal, dan tak peduli untuk meghasilkan transisi yang berarti, maka sungguh, ” kata Paul Schrodt, pakar komunikasi dan pertikaian di Texas Christian University.

Ia menambahkan bahwa seringkali diam akan menarik menggubris orang lain.

“Kebanyakan pasangan atau anggota keluarga hendak memperhatikan ketika mereka diberi sikap dingin, ” sambungnya.

Ilustrasi Pasangan Bertengkar. (pexels. com/@ketut-subiyanto)

Tetapi selain mendapatkan menghiraukan penerima, pelakuan diam lebih cenderung menyebabkan frustasi daripada perubahan dalam masalah tersebut.

“Penerima (perlakuan dingin) memiliki semua pertanyaan yang belum terjawab. Mereka bertanya-tanya apa yang salah dan dengan telah mereka lakukan jadi mendapatkannya, ” ujar Christine Rittenour, seorang ahli koneksi keluarga di West Virginia University.

Baca Juga: Hindari Masalah Penceranaan Semasa Puasa, Lakukan 5 Trik Berikut

Bahkan, masa penerima telah berhasil menyadari apa yang mereka lakukan sampai membuat marah orang tersebut, perlakuan diam akan gagal memperbaiki masalah dasarnya.