Site Overlay

Satgas: Pergerakan Virus Corona Memasukkan Perilaku Manusia

Suara. com semrawut Koordinator Tim Pakar Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19 Prof Wiku Adisasmito mengatakan virus SARS-CoV-2 tidak kasat mata tapi pergerakannya dapat terlihat daripada perilaku manusia.

“Musuhnya kita ini kan sebenarnya virus. Jadi kita harus terang musuh kita bukan karakter lain, bukan kelompok asing, bukan pemeluk agama asing, bukan bangsa lain. Imbangan kita harus jelas. Clear ya semuanya, virus, ” kata Prof Wiku pada Sosialisasi Penanganan COVID-19 dalam Papua Barat secara daring diakses dari Jakarta, Jumat (16/7/2021).

Taat dia, jika melihat virus berdasarkan data-data kasus, oleh sebab itu dalam konteks virus, berguna mereka sudah berhasil melahirkan korban pada manusia. Aksi virus memang tidak terlihat, tapi dari perilaku manusia pergerakannya dapat terlihat.

“Itulah sebenarnya yang kita tangani, untuk melihat perubahan temperamen masyarakat, ” ujar Wiku.

Menangkap Juga: Berserakan Rekor Baru, Kasus Harian Covid-19 Kaltim 1. 724 Kasus, Total Keseluruhan 93. 383 Kasus

Untuk mengetahui bagaimana pergerakan virus di satu wilayah oleh karena itu indikator yang selalu dipandang yakni dari tempat isolasi dan ruang intensive care unit (ICU).

Data-data keterisian tempat tidur (bed occupancy ratio/BOR) isolasi dan BOR ICU yang Satgas COVID-19 sampaikan, menurut dia, normatif yang seluruh dunia selalu lihat untuk mengetahui status penularan virus.

“Nah apakah cukup rumah sakitnya umpama terus ditambah? Enggak bakalan cukup rumah sakit serta dokternya kalau semua karakter Indonesia sakit. Itu perincian sederhana saja sudah terang kita, dan sekarang perincian itu sudah mulai benar, ” katanya.

Angka keterisian tempat rebah di rumah sakit di Indonesia sudah di arah 80-90 persen.

“Lihat saja Papua Barat juga seperti itu, ” ujar Wiku.

Mengucapkan Juga: Wiku Sebut Indonesia Butuh Bunga Tenaga Medis untuk Tangani Pandemi Corona

Ia menjelaskan cara untuk mengerem angka yang sakit & kematian dengan mengubah perilaku masyarakat.