Site Overlay

Pernah Positif Covid-19, Masih Perlukah Dapat Vaksin?

Suara. com – Hingga kini program vaksinasi Covid-19 masih terus berlangsung di Indonesia. Meski sejumlah bergairah dengan vaksinasi, namun masih ada juga yang ragu.

Beberapa terus bertanya-tanya apakah mereka memenuhi syarat buat mendapatkan vaksin jika mereka pernah terkena infeksi Covid-19 di masa lalu, yang tentunya menjadi perhatian.

Tetapi untuk menjawabnya, sebuah penelitian baru-baru ini menunjukkan bahwa orang dengan sebelumnya tertular virus serupa harus divaksinasi.

Mengingat kalau setiap orang tua atau muda rentan terhadap virus corona yang mematikan, itu termasuk dalam kriteria kepatutan harus divaksinasi.

Baca Juga: 5. 5 Juta Orang Sudah Jalani Vaksinasi Covid-19

Ilustrasi vaksin Covid-19 (unsplash/@hakannural)

Walaupun Anda mungkin tidak merasa perlu untuk divaksinasi memikirkan Anda masih muda dan tidak memiliki penyakit penyerta sebelumnya, namun, penting untuk melindungi mereka yang paling rentan di komunitas serta itu hanya dapat dicapai melalui vaksinasi massal.

Tapi bagaimana jika Anda telah pernah tertular Covid-19? Haruskah Anda mengambil vaksin?

Banyak yang masih bingung apakah mereka dapat menggunakan vaksin Covid-19 jika mereka sudah terinfeksi virus corona sebelumnya.

Menurut suatu penelitian belum lama yang diterbitkan dalam jurnal medis The Lancet, sangat penting bahwa orang yang pernah tertular virus di masa berarakan harus divaksinasi dalam kejadian apa pun.

Studi tersebut mengamati data sekitar 4 juta orang yang telah melakukan beberapa tes Covid-19 untuk melihat apakah itu terinfeksi virus corona dan apakah mereka rentan kepada infeksi ulang.

Baca Juga: Vaksin AstraZeneca: Apa Masalah Sebetulnya Dengan Trombosis?

Meski 2 persen dari lebih dari 530. 000 orang dinyatakan meyakinkan terkena virus, 0, 65 persen dinyatakan positif sedang akhir tahun itu, dibandingkan dengan 3, 3 tip dari mereka yang dites negatif selama gelombang perdana. Itu menunjukkan bahwa orang yang sudah tertular virus memiliki perlindungan 80 persen terhadap infeksi ulang.

Scroll Up