Site Overlay

Penelitian: Berbagai Kondisi Berikut Oleh sebab itu Pemicu Keparahan Covid-19 di dalam Anak

Suara. com kepala Anak-anak mayoritas akan mengalami penyakit ringan selama infeksi Covid-19. Oleh karenanya, hanya sedikit yang diketahui tentang faktor klinis terkait keparahan Covid-19 di dalam anak.

Melansir dari Healthshots , sebuah studi baru berusaha buat menentukan faktor-faktor yang terpaut dengan infeksi virus corona yang parah pada anak-anak. Temuan penelitian ini diterbitkan dalam Journal of Hospital Medicine.

Dalam cara membantu strategi mitigasi buat anak-anak yang berisiko tinggi terkena penyakit Covid-19 payah, sekelompok dokter di Vila Sakit Anak Monroe Carell Jr di Vanderbilt menyelidiki data dari 45 sendi sakit anak di seluruh Amerika Serikat. Setidaknya kira-kira 20. 000 pasien anak dilibatkan.

“Ini adalah salah satu studi multisenter terbesar di anak-anak dengan Covid-19 di Amerika Serikat, ” introduksi James Antoon, MD, PhD, FAAP, asisten profesor Pediatri di Rumah Sakit Anak dan penulis utama belajar tersebut.

Baca Juga: Penambahan 233 Kasus Covid-19, 6 Wilayah di Kaltim Tak Ada Kasus Meninggal

“Dan mengingat belum lama, mengenai peningkatan kasus Covid-19 secara nasional dan keterangan bahwa sebagian besar anak-anak tetap tidak divaksinasi, temuan ini harus diperhitungkan masa mempertimbangkan strategi pencegahan di sekolah dan merencanakan vaksinasi bila tersedia untuk anak-anak di bawah 12 tarikh, ” imbuhnya.

Ilustrasi anak pakai masker. (Shutterstock)
Ilustrasi anak pakai kedok. (Shutterstock)

Studi ini menentukan faktor-faktor yang terkait dengan penyakit parah dan hasil kesehatan tubuh yang buruk di jarang anak-anak yang datang ke rumah sakit dengan Covid-19. Mereka yang terkena Covid-19 mayoritas telah memiliki penyakit pendasari, termasuk usia yang lebih tua dan keburukan penyerta kronis seperti obesitas, diabetes dan kondisi neurologis, antara lain.

“Faktor-faktor itu membantu mengidentifikasi anak-anak rentan yang kemungkinan besar memerlukan rawat inap atau menggelar penyakit Covid-19 yang parah, ” kata Anton.

“Temuan kami selalu menyoroti anak-anak yang harus diprioritaskan untuk vaksin Covid-19 ketika disetujui oleh FDA [Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat], ” tambahan Anton.

Studi kohort retrospektif mencatat bahwa sekitar 1 dari setiap 4 bujang yang dirawat di panti sakit dengan Covid-19 menjalani penyakit parah dan memerlukan perawatan ICU selama April dan September 2020.

Baca Pula: Derita Rani Menikah di Papua, Sering Alami Kekerasan karena Dianggap Sudah Dibeli

“Di seluruh negeri ada perdebatan sengit tentang cara unggul untuk melindungi anak-anak dan sekolah dari Covid-19, ” kata Anton.

INFOGRAFIS: Efek Covid-19 Pada Kesehatan Mulut
INFOGRAFIS: Efek Covid-19 Di Kesehatan Mulut

“Beberapa anak berharta pada peningkatan risiko aib yang lebih parah dan banyak dari mereka belum memenuhi syarat untuk mendapatkan vaksinasi terhadap Covid-19, ” tambah Anton.

Lebih lanjut Anton mengatakan, dengan awal sekolah, anak-anak ini perlu dilindungi dengan vaksinasi sebesar mungkin orang di sekitarnya sambil menggunakan strategi praktis untuk membatasi penyebaran, seolah-olah masker, jarak dan ventilasi.

Peneliti studi berharap kalau temuan ini akan mengangkat upaya mitigasi yang terbukti paling bermanfaat bagi anak-anak dan remaja selama pandemi, termasuk pembelajaran jarak jauh, jarak sosial, cuci lengah, dan penggunaan masker molek untuk siswa maupun guru.