Site Overlay

Peneliti Temukan Virus Corona Covid-19 Terbukti Picu Gangguan Pendengaran!

Suara. com – Efek pandemi virus corona Covid-19 cukup gembung pada kesehatan fisik dan mental. Virus corona Covid-19 pun telah dikaitkan secara beberapa komplikasi jangka panjang, seperti kerusakan paru-paru, dalaman hingga gangguan neurologis.

Selain itu dilansir dari Times of India , virus corona Covid-19 juga menyebabkan sejumlah gangguan lain, seperti gangguan pendengaran.

Menurut International Journal of Audiology, 7 hingga 15 persen orang dewasa yang terinfeksi virus corona Covid-19 mengalami gejala audio-vestibular. Gejala yang menyesatkan umum dialami mereka adalah tinnitus dan telinga berdenging yang diikuti gangguan pendengaran dan vertigo.

Para ilmuwan di University of Manchester dan NIHR Manchester Biomedical Research Center (BRC) telah melakukan tinjauan sistematis buat mengungkapkan masalah pendengaran dan gangguan pendengaran terkait secara infeksi virus corona Covid-19.

Mengaji Juga: Informasi Baru: Virus Corona Ternyata Bukan Berasal dari Kebocoran Laboratorium

Dalam menuntut lain, para ilmuwan dalam Manchester Center for Audiology and Deafness (ManCAD) meninjau 7 studi yang membuktikan hubungan antara pendengaran dan keseimbangan atau masalah audiovestibular dan infeksi virus corona Covid-19.

Ilustrasi virus corona Covid-19, gangguan pendengaran (Pixabay/Coyot)
Sketsa virus corona Covid-19, kekacauan pendengaran (Pixabay/Coyot)

Penelitian terbaru oleh para peneliti dari Serba banyak National Throat Nose and Ear Hospital dan University College London di Inggris, menemukan adanya bukti bahwa virus corona Covid-19 lebih mempengaruhi pendengaran beberapa penderita.

Tinnitus

Tinnitus adalah sepadan kondisi yang mempengaruhi dekat 17 persen dari seluruh orang dewasa. Kebanyakan orang yang didiagnosis tinnitus menderita gangguan pendengaran yang membuktikan adanya hubungan erat kurun keduanya.

Penelitian menyebutkan kalau tinnitus merupakan salah kepala gejala Long Covid-19 dengan paling umum dan bisa berlangsung berbulan-bulan setelah infeksi virus corona Covid-19.

Baca Serupa: Virus Corona Memengaruhi Otak, Inilah Dasar Penyintas Covid-19 Jadi Lebih Lambat Berpikir

Kausa tinnitus dari faktor mental atau emosional, termasuk status tidur yang buruk, kesepian, depresi dan kecemasan yang lebih buruk Akibat pandemi virus corona Covid-19.

Semua faktor itu berperan istimewa dalam memperburuk tinnitus. Kira-kira penelitian menunjukkan bahwa fakta pasien dengan tinnitus yang sudah ada sebelumnya menjelma lebih buruk selama pandemi virus corona Covid-19, rontok dari mereka terinfeksi ataupun tidak.

Gangguan Pendengaran dan Pusing

Tersedia banyak pula laporan kasus gangguan pendengaran mendadak di satu telinga yang kerap disertai dengan tinnitus. Setiap tahun, gangguan pendengaran dengan tidak terduga terjadi di dalam sekitar 20 orang sejak 100. 000 orang.

Iklim ini diobati dengan steroid untuk mengurangi pembengkakan serta peradangan di telinga arah dalam. Namun, pengobatan cenderung berhasil jika segera dimulai setelah terjadi gangguan pendengaran.

Karena, kuping bagian dalam bertanggung berat atas keseimbangan dan pendengaran. Jika saraf dan jaringan di bagian telinga ini rusak, kondisi ini bisa membuahkan vertigo dan masalah pendengaran.

Selain itu, antibodi yang diproduksi tubuh menyerang antigen atau virus corona Covid-19 pada area THT dan bisa merusak saraf koklea.

Gejala virus corona Covid-19 lain yang sering dilaporkan adalah pusing. Kondisi ini seringkali membuat seseorang sulit membedakannya dengan vertigo dengan terjadi karena kerusakan bentuk keseimbangan di telinga periode dalam.

Tapi, vertigo diperkirakan terjadi pada sekitar 11 persen kasus virus corona Covid-19. Umumnya, seseorang akan merasa seperti kehilangan harmoni, berputar dan ingin muntah serta mual akut.

Tersuntuk dan vertigo juga mampu terjadi jika ada peradangan pada saraf vestibular, yang bertanggung jawab untuk mengirimkan informasi ke otak tentang koordinasi dan keseimbangan.

Karena virus corona Covid-19 nampaknya akan bertahan cukup lama, maka kita harus mewaspadai setiap gejalanya. Khususnya, pengaruh negatif virus corona dalam gangguan pendengaran dari waktu ke waktu. Bila Kamu merasa ada sedikit urusan pada pendengaran, lebih molek konsultasikan dengan dokter.