Site Overlay

Menulis Jurnal, Cara Jitu Gigi Hadid Atasi Kecemasan Selama Kehamilan

Suara. com awut-awutan Berbicara soal kehamilan dan menjadi ibu, selain kebahagian menanti dan merawat anak, seorang ibu pertama juga sering kala mengalami berbagai masalah mental seperti kecemasan. Hal tersebut juga dialami oleh supermodel, Gigi Hadid.

Sejak kehadiran putrinya yang kini berumur 10 bulan, Khai, supermodel itu secara bertahap semakin membuka diri tentang perjalanannya menjadi ibu. Menjadi sarung terbaru Harper’s Bazaar, tempat membahas kecemasan selama kehamilan dan lebih khusus sedang, bagaimana kebiasaan lamanya menyelamatkan dia dari pikirannya yang mengganggu.

“Selama kehamilan, saya memiliki utama jurnal yang saya ucap jurnal baik saya serta satu jurnal yang kami sebut jurnal buruk. Mereka tidak begitu literal, namun satu lebih untuk tanda, untuk Khai, ” sekapur Hadid kepada Harper’s Bazaar.

Ia menulis di buku harian buruk seperti yang dia sebut itu untuk hari-hari di mana kecemasannya menjelma, menyebabkan dia ragu apakah dia benar-benar cocok buat menjadi ibu atau tak.  

Baca Juga: Waspada, Risiko Anak Hadir Kecil dan Prematur karena Pemakaian Vape saat Hamil

“[Itu untuk] kecemasan dan hari-hari hamba di mana saya merasa seperti, ‘Apakah saya pas baik untuk menjadi seorang ibu? ‘, ” introduksi Gigi.  

Potret Gigi Hadid berhubungan putrinya, Khai. (Instagram/@gigihadid)

Di bagian lain, jurnal baik dia tulis di haru-hari terbaiknya selama kehamilan.  

Bersandar, berpikir, dan menulis adalah cara yang disukai Gigi untuk mengatasi pikiran & emosinya, sekaligus hobi yang dia ambil jauh sebelum karantina. Memiliki saluran untuk mengeluarkan kecemasannya memberikan buntut positif baginya saat melahirkan Khai. Ia menjadi bertambah terkendali dan tenang.  

Sementara tersebut, ada banyak penelitian menunjukkan bahwa menulis jurnal dapat bermanfaat bagi kesehatan fisik sekaligus mental.

“Menulis jurnal adalah latihan meditasi dengan dapat membantu Anda memilah emosi dan memprioritaskan bagian-bagian dalam hidup, ” sahih Melissa Divaris Thompson, psikoterapis holistik berlisensi.

Baca Juga: Usai Menopause, Masih Bisakah Perempuan Mengalami Kehamilan?

Thompson juga mengutarakan bahwa kegiatan ini bisa mengurangi kecemasan dan kemerosotan, sekaligus membantu memahami muncul sendiri secara lebih di.