Site Overlay

Mengerang Saat Hubungan Seks Tak Selalu Tanda Keenakan, Barangkali Ada Penyakit

Suara. com – Penuh perempuan mengerang dan mendesah saat tengah berhubungan syahwat. Tapi erangan itu bukan berarti tanda ia menikmati.

Perempuan mengerang saat mengenai seksual bisa jadi karena kesakitan. Dilansir dari Healthshots, dr Nivedhita Manokaran mengutarakan bahwa sakit saat berhubunga seksul bisa juga sebab menderita dispareunia atau dengan biasa kita sebut secara nyeri berulang di daerah genital.

Rasa sakitnya mampu tajam atau intens, dan bisa terjadi sebelum atau sesudah hubungan seksual. Terlebih lagi, ini lebih kerap terlihat pada perempuan. Lantas, apa saja gejalanya?

Ilustrasi hubungan seksi (Shutterstock).
  • Rasa sakit hanya saat masuk seksual
  • Rasa sakit dengan setiap penetrasi, termasuk memasang tampon
  • Menemui sakit yang dalam semasa penetrasi
  • Sakit terbakar atau nyeri pegal
  • Nyeri bergerak, berlangsung berjam-jam setelah berhubungan intim

Bagi kebanyakan orang, ada rasa sakit saat menghunjam, yang terutama disebabkan sebab kurangnya pelumasan yang penuh.

Membaca Juga: Benarkah Sering Berhubungan badan Bisa Menegah Corona?

Ada obat-obatan tertentu yang diketahui mempengaruhi hasrat atau gairah erotis, yang dapat menurunkan lubrikasi dan membuat seks menjelma menyakitkan.

Beberapa alasan lain termasuk cedera, trauma ataupun iritasi, peradangan, infeksi ataupun gangguan kulit. Dalam urusan ekstrim, bisa karena vaginismus atau kelainan bawaan.

Tersedia orang lain yang menjalani rasa sakit dengan penetrasi yang dalam, yang agak-agak lebih buruk pada status tertentu.

Penyebabnya termasuk aib dan kondisi tertentu semacam endometriosis, penyakit radang panggul, prolaps rahim, rahim berlawanan, fibroid rahim, sistitis, sindrom iritasi usus besar, disfungsi dasar panggul, adenomiosis, bawasir, dan kista ovarium. Mampu juga karena operasi ataupun perawatan medis.

Bukan cuma faktor fisik tetapi juga faktor emosional yang mampu menyebabkan rasa sakit itu. Ini dapat berkisar sebab masalah seperti kecemasan, depresi, kekhawatiran tentang penampilan fisik, ketakutan akan keintiman ataupun masalah hubungan dapat berkontribusi pada tingkat gairah yang rendah dan ketidaknyamanan ataupun rasa sakit yang dihasilkan.

Menangkap Juga: Rusia Larang Hubungan Seks Sudah Suntik Vaksin Covid-19, Itu Sebabnya!

Stres ialah faktor lain yang bisa mengencangkan otot dasar panggul Anda, dan ini mampu menyebabkan rasa sakit era berhubungan.