Site Overlay

Madrasah Akan dibuka, Ini Cara Agar Anak Patuh 3 M

Suara. com porakporanda Rencana buat melakukan sekolah tatap muka nampaknya semakin dekat. Negeri Indonesia telah mengeluarkan kecendekiaan pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas dan akan dilakukan Juli 2021.

Namun, sedang ada kekhawatiran, terutama di kalangan orangtua, bahwa anaknya akan tertular virus corona di sekolah. Kodisi tersebut membuat   Netherland Development Organisation (SNV) aktif menyelenggarakan pendekatan School of Five dalam upaya menyadarkan peserta didik di tingkat SD dan Madrasah, agar mereka patuh pada kebersihan maupun penerapan 3M.

Pembimbing WASH di Sekolah, SNV Indonesia Yuyu Mukaromah mengatakan, School of Five merupakan sebuah pendekatan dengan digunakan untuk kampanye kebersihan tanggap covid-19 di sekolah dan telah diakui keberhasilannya di beberapa negara.

“Sepanjang Desember 2020-Maret 202, SNV bersama dengan pemerintah kawasan di 10 daerah HBCC telah melaksanakan kegiatan School of Five. Kegiatan dilakukan seperti pelatihan guru, pelatihan dokter kecil dan penyampaian sesi-sesi kepada peserta asuh baik secara virtual maupun tatap muka, ” sebutan dalam keterangannya, Minggu, (9/5/2021).  

Baca Juga: Berkerumun saat Takbiran Dilarang, Polisi: Itu Pelanggaran Hukum

Sebesar siswa mengikuti kegiatan menelaah tatap muka di SDN 006 Batam Center, Batam, Kepulauan Riau, Selasa (23/3/2021). ANTARA FOTO/Teguh Prihatna

Yayu beriktikad, pendekatan penyadaran melalui anak-anak sekolah dapat membentuk kebiasaan mereka seumur hidup. Dengan pengetahuan sejak dini, oleh sebab itu akan meningkatkan pengetahuan, motovasi, dan kepercayaan diri untuk mempraktikkan perilaku CTPS, jaga jarak dan menggunakan masker.

Juru Bicara Satgas Pengerjaan Covid-19, Reisa Broto Asmoro, juga menekankan pentingnya penerapan protokol 3M pada periode PTM terbatas. Sebab, sekapur dia, syarat pembelajaran tatap muka salah satunya bisa dilakukan apabila mengikuti protokol kesehatan ketat.

“Memang banyak sekali panduan, seperti SKB 4 Menteri itu kalau beta lihat-lihat itu kayak skripsi. Tetapi sebenarnya basicnya sepadan, yaitu cuma 3M. Kita harus ngerti dulu apa yang meski dilakukan, ” kata dia.

Reisa menjelaskan, penerapan protokol kesehatan menjadi sangat istimewa lantaran penularan covid-19 dapat terjadi secara langsung maupun tidak langsung.

Penularan secara langsung dikenal dengan droplet, yakni keluarnya percikan minuman dari mulut dan indra yang mengandung virus. Sedangkan tidak langsung adalah melalui benda-benda yang ada di sekitar.

Baca Juga: Vaksin AstraZeneca Tak Disarankan bagi Usia 40 Tarikh ke Bawah, Ini Sebabnya

“Ingat, tempat masuknya virus itu cuma tersedia tiga, mata, hidung & mulut. Virus masuk melalui baju dan enggak bisa, jadi apa yang kita lakukan itu cuma menghalangi terjadinya penularan dengan relasi langsung atau tidak langsung ini, ” ungkap tempat.