Site Overlay

Kemerosotan Situasional Bisa Terjadi pada Sapa Saja, Kenali 5 Gejalanya

Suara. com – Depresi bisa muncul secara situasional atau berlaku di fase kehidupan tertentu, namun juga bisa terjadi dalam jangka panjang. Depresi sendiri telah menjelma masalah kesehatan mental yang paling utama dan terjadi pada banyak diantara kita.

Dalam kondisi pandemi yang serba tidak menentu membuat banyak orang mengalami gangguan depresi situasional. Melansir dari Huffpost, berikut adalah beberapa tanda bahwa Anda mengalami depresi situasional, jarang lain:

1. Suasana Hati Berubah

Bagaikan pengalaman depresi lainnya, depresi situasional cenderung melibatkan suasana hati dengan rendah dan perasaan sedih, bersalah atau putus asa. Anda kira-kira juga mengalami lebih banyak pengganggu untuk merasakan kesenangan atau kegembiraan dari biasanya.

Mengucapkan Juga: Suka Mikir Tak Punya Peran? Awas Mampu Berdampak pada Kesehatan

“Langkah prima adalah menyadari bahwa telah terjadi perubahan dalam kesehatan mental Kamu, ” kata said Greg Kushnick, psikologis di New York.

“Jika Kamu tidak yakin, pertimbangkan untuk bertanya kepada seseorang yang mengenal Kamu dengan baik, apakah dia sudah menyaksikan perubahan dalam suasana absurd Anda, ” imbuhnya.

2. Sifat Anda Berubah

Selain perubahan suasana besar, berbagai perubahan perilaku juga dikaitkan dengan depresi situasional. Kondisi itu termasuk perubahan nafsu makan & kebiasaan makan, pola tidur dengan buruk atau berlebihan, sering menangis, isolasi sosial, kehilangan kesabaran, kematian energi, dan lain sebagainya.

“Orang mungkin terlibat pada pola makan berlebuh, perilaku sembrono, impulsif atau mudarat diri sendiri dengan zat ataupun seksualitas, ” kata Sue Varma, asisten profesor klinis psikiatri pada NYU Langone Medical Center.

Baca Juga: Mudah Dijangkau dan Menyehatkan, Simak Lima Makanan Pereda Stres

3. Gejala Terjadi Usai Mengalami Stres

Depresi situasional biasanya pegari karena kejadian atau tragedi dengan membuat stres.

“Biasanya Anda akan melihat gejala emosi atau perilaku di tiga bulan setelah stresor terbatas terjadi dalam hidup Anda, ” kata Varma.

Ilustrasi kemerosotan (shutterstock)

4. Mengganggu Aktivitas Harian

Dengan depresi situasional, Anda mungkin akan mengalami masalah dalam aktivitas harian Anda. Hal ini disebabkan karena Anda mengalami motivasi rendah dan kesulitan berkonsentrasi.

“Orang biasanya mengalami suasana berkorban yang rendah atau kecemasan dengan cukup kuat untuk memengaruhi fungsi mereka, seperti tidak dapat fokus pada pekerjaan atau mengabaikan ikatan, ” kata Bartek.

5. Periode Gejala Relatif Singkat

Depresi situasional memiliki durasi yang lebih kompak daripada bentuk depresi lainnya. Kemerosotan situasional berakhir ketika kejadian dengan membuat depresi berakhir.

Bartek mencatat kalau gejala ini cenderung hilang kira-kira enam bulan setelah pemicu stres berakhir. Meskipun gangguan seperti kemerosotan situasional biasanya tidak memerlukan pengobatan untuk pengobatan, namun gangguan itu bisa serius dan dikaitkan dengan peningkatan risiko bunuh diri.

Scroll Up