Site Overlay

Kala Ngantuk Setelah Makan? ini Sebab dan Cara Mengatasinya

–>

Pandangan. com – Anda sering merasa ngantuk atau lelah setelah makan? Kondisi tersebut benar umum terjadi di mana di dalam dunia kesehatan disebut dengan postprandial somnolence.

Postprandial somnolence adalah penurunan tingkat energi setelah makan. Kondisi tersebut sering kali dikaitkan dengan jenis makanan dan waktu makan Anda.

Dilansir sebab Medical News Today, banyak peneliti dengan yakin bahwa penyebab ngantuk & lemas setelah makan disebabkan sebab tubuh memproduksi lebih banyak serotonin.

Serotonin sendiri merupakan hormon yang menyusun suasana hati dan siklus terbaring.

Makan makanan yang kaya protein serta karbohidrat bisa membuat orang bertambah mungkin merasa ngantuk daripada dahar makanan lain. Hal ini disebabkan kandungan asam amino yang dikenal tripofan dalam protein akan membikin serotonin. Sementara itu karbohidrat menolong tubuh untuk menyerap triptofan.

Dengan begitu, jika Anda makan protein & karnohidrat maka hasilnya akan semakin mudah ngantuk.

Beberapa makanan berprotein dengan mengandung tripofan adalah ikan salmon, unggas, telur, bayam, biji-bijian, susu, produk kedelai, keju.  

Sketsa makan. (Unsplash/Eduardo D)

Sementara makanan berkabrohidrat tinggi adalah nasi, roti, biskuit, donat, makanan bergula, dan lain sebagainya.  

Para ahli merekomendasikan Anda untuk tidak makan siang terlalu banyak untuk menghindari merosotnya energi di sore hari. Bagaimanapun, makan menyababkan gula darah naik dan mengahasilkan penurunan energi.  

Selain makanan, kelelahan atau ngantuk usai makan juga bisa disebabkan oleh faktor lain, seperti kurang tidur atau minum alkohol saat makan.

Scroll Up