Site Overlay

Duh! Virus Corona Covid-19 Mampu Infeksi Testis

Suara. com – Selama ini virus corona bertambah banyak menginfeksi organ terusan pernapasan. Tapi, baru-baru itu, para peneliti di University of Texas Medical Branch telah mengamati bahwa SARS-CoV-2, virus yang menyebabkan Covid19, dapat menginfeksi testis hamster yang terinfeksi.

Temuan yang diterbitkan dalam jurnal Microorganisms ini dapat membantu menjelaskan gejala yang dilaporkan kaum laki-laki dengan COVID-19 dan memiliki implikasi penting bagi kesehatan vital mereka.

Selama pandemi, dokter terus melaporkan temuan itu bahwa Covid-19 memengaruhi bertambah dari sekadar paru-paru. Kaum pasien melaporkan nyeri testis.

Ilustrasi virus Corona Covid-19. (Dok. Envato)

Kurang laporan menunjukkan penurunan testosteron, hormon kunci yang diproduksi di testis. Otopsi juga menunjukkan gangguan signifikan di testis pada tingkat sel, termasuk adanya sel kekuatan.

Menyuarakan Juga: Genting! Positif Covid-19 RI Tambahan 12. 990 Orang Sehari, 290 Jiwa Meninggal

“Mengingat besarnya pandemi Covid19, sangat penting untuk menganalisis bagaimana penyakit ini bisa berdampak pada testis, dan konsekuensi potensial untuk level keparahan penyakit, kesehatan reproduksi, dan penularan seksual, ” kata Dr. Rafael Kroon Campos, pemimpin studi tersebut. penulis dan rekan postdoctoral di laboratorium Dr. Shannan Rossi di UTMB, dilansir dari Medical Express.

Lab. Rossi telah mempelajari infeksi virus Zika di testis selama bertahun-tahun dan bertanya-tanya apakah SARS-CoV-2 dapat menerbitkan penyakit serupa.

Hamster lazimnya digunakan untuk memodelkan COVID-19 pada manusia karena itu mengembangkan tanda-tanda penyakit dengan serupa.

Virus terdeteksi di testis seluruh hamster yang terinfeksi selama minggu pertama tetapi berkurang. Para penulis berpikir ini mungkin mewakili apa dengan dapat terjadi pada adam dengan penyakit COVID-19 ringan hingga sedang.

“Temuan ini adalah langkah pertama buat memahami bagaimana COVID-19 berdampak pada saluran genital pria dan kesehatan reproduksi adam, ” kata Rossi, seorang profesor di Departemen Patologi dan Mikrobiologi & Imunologi. “Masih banyak yang harus kami lakukan sebelum ana memiliki gambaran lengkap. Ke depan, kami akan menyidik cara-cara untuk menumpulkan hasil ini, termasuk menggunakan antivirus, terapi antibodi, dan vaksin. ”

Baca Juga: Kafe dan Mall Boleh Buka, Pelaku Usaha Wisata: Pemerintah Pilih Kasih

Studi di masa ajaran juga mencakup kondisi pemodelan yang terkait dengan COVID-19 yang parah, seperti situasi yang sudah ada sebelumnya seperti obesitas dan sakit dan varian SARS-CoV-2 dengan menjadi perhatian, kata setia penelitian.