Site Overlay

Dokter Anak Pastikan ASI Tak Jadi Sumber Utama Transmisi Covid-19 Pada Anak

Suara. com – Bersandarkan data terkini, kasus pasti Covid-19 pada anak usia 1-5 tahun di Indonesia mencapai 2, 9 tip, dengan angka kematian 0, 6 persen.

Meskipun banyak kasus penularan Covid-19 di anak terjadi dalam klaster keluarga, ASI atau tirta susu ibu dianggap tidak pernah menjadi penyebab atau sumber penularan utama.

Hal itu dikatakan oleh dokter spesialis bujang, dr. Andreas, M. Ked(Ped), Sp. A, dalam acara New Parents Amidst the Covid-19 Pandemic yang diselenggarakan Philips AVENT dan Shopee, beberapa waktu lalu.

“ASI mengandung antibodi yang diperlukan untuk bayi. Jika pokok menyusui terinfeksi, bayi kudu dirawat oleh anggota tim yang sehat, tetapi ibu tetap dapat memberikan ASI dengan memompa ASI bila kondisi fisik memungkinkan, ” jelasnya.

Baca Juga: Update COVID-19 Jakarta 12 Agustus: Positif 1. 078, Sembuh 2. 256, Wafat 42

“ASI tak membawa virus dari ibu yang terinfeksi. ASI hanya bisa terkontaminasi jika, semasa proses menyusui atau memompa, ada droplet si pokok yang jatuh ke dalamnya atau mengenai si mungil, ” lanjutnya.

Dalam rencana yang sama, penyintas Covid-19 yang juga presenter, Cherisha Lidia bercerita bahwa masa sang suami dan dirinya serta bayinya terpapar penyakit tersebut, si kecil anyar berusia satu bulan.

“Saya memahami pentingnya ASI bagi bayi, karena dapat menganjurkan antibodi yang diperlukan budak saya untuk melawan virus dan bakteri. Jadi ketika saya dinyatakan positif Covid-19, tanpa ragu saya pasti memberikan ASI bagi bayi saya. ”

“Saya berkonsultasi dengan tabib spesialis anak dan dianjurkan untuk terus memberikan ASI. Saya, melakukannya dengan memompa ASI sambil mengikuti aturan kesehatan yang ketat, ” lanjutnya dikutip suara. com dari siaran pers, Jumat (13/8/2021).

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) merekomendasikan bahwa pokok yang terduga atau terkonfirmasi positif Covid-19 harus didorong untuk memulai atau melanjutkan menyusui.

Baca Juga: Tambah 1. 078 Anak obat, Kasus Positif Covid-19 di Jakarta Capai 836. 687 Orang

Menurut dr. Andreas, hal ini bisa dilakukan dengan penerapan aturan kesehatan yang ketat. Dia membagikan beberapa tips supaya ibu-ibu ini dapat terus menyusui: