Site Overlay

Bolak-balik Ejakulasi, Bisakah Sperma Habis?

Suara. com – Banyak orang secara terus-menerus berhubungan seks dan mengeluarkan sperma. Bahkan, beberapa sering masturbasi hingga berkali-kali dalam sehari.

Pertanyannya mungkinkah sperma bisa habis? Dilansir dari Medical News Today, awak laki-laki terus-menerus menghasilkan sperma, namun regenerasi sperma tidak langsung.

Rata-rata, pria membutuhkan waktu sekitar 74 hari untuk menghasilkan sperma baru sebab awal hingga akhir.

Meskipun rata-rata ialah 74 hari, kerangka waktu sesungguhnya bagi seorang individu untuk menyusun sperma dapat berbeda-beda.

Baca Juga: Telah Punya 150 Anak, Pria Tersebut Bangga Bisa Tambah 6 Teristimewa selama Pandemi

Sperma (Freepik)

Awak memproduksi rata-rata sekitar 20-300 juta sel sperma per mililiter minuman mani. Rata-rata, dibutuhkan waktu 50-60 hari bagi sperma untuk berkembang di testis.

Setelah itu, sperma bekerja ke epididimis, yaitu saluran di belakang testis yang menyimpan & membawa sperma. Dibutuhkan sekitar 14 hari lagi agar sperma matang sepenuhnya di epididimis.

Spermatogenesis adalah cara di mana tubuh membuat sperma. Prosesnya dimulai ketika hipotalamus di otak melepaskan hormon pelepas gonadotropin.

Hormon ini merangsang kelenjar hipofisis anterior untuk mengeluarkan hormon luteinizing (LH) dan hormon perangsang folikel (FSH). Kedua hormon ini berjalan meniti darah ke testis.

LH mendorong sel Leydig untuk membuat testosteron. FSH bekerja pada tubulus seminiferus, zona testis tempat tubuh memproduksi sperma.

Baca Juga: Ingin Cepat Punya Anak? Ini Kiat Jaga Kualitas Sperma

Masalah dengan satu diantara hormon itu dapat memengaruhi kemampuan seseorang untuk membuat sperma dan dapat melambatkan prosesnya.

Scroll Up