Site Overlay

Barang apa yang Terjadi Jika Anak Belum Siap Masuk Sekolah? Ini Reaksi Psikolog

Suara. com – Psikolog anak Dr. Rose Mini A. P M. Psi. menjelaskan alasan mengapa anak tidak perlu pandai membaca, menulis, dan berhitung saat mendalam Sekolah Dasar atau SD. Bertambah penting dari hal-hal tersebut, sekapur Rose, anak harus lebih jadi dengan tugas perkembangan diri.

“Gimana kalau anak masuk sekolah belum siap? Dia akan sulit beradaptasi, pelik memahami pelajaran karena kemampuan bahasanya juga kurang, sulit konsentrasi, dan merasa tidak nyaman di madrasah jadi demotivasi, ” papar psikolog yang akrab disapan Bunda Romi itu dalam webinar bersama Kodomo Challange, Selasa (17/11/2020) kemarin.

Bunda Romi menetapkan bahwa anak yidak bisa dipaksa untuk masuk SD jika benar secara tugas perkembangannya belum jadi. Ia menuturkan, umumnya indikator kematangan anak masuk SD, yang serupa ditetapkan Pemerintah, adalah usia minimal tujuh tahun.

Tetapi, setiap anak memiliki perkembangan yang berbeda-beda.

Baca Juga: Daftar Hari Nasional di Indonesia Terlengkap dari Januari hingga Desember

Menurut Bunda Romi, kematangan perkembangan bujang tergantung dari simulasi yang diberikan orangtua juga sekolah TK masa anak mengenyam usia dini. Simulasi cukup dilakukan dengan cara dengan sederhana, salah satunya dengan mengajarkan anak berani bicara.

“Anak harus diajak bicara supaya berani ngomong. Ibunya sering nanya ‘adek ceritain dong di sekolah ngapain aja’. Sungguh si anak akan bingung sebab banyak yang dilakukannya. Orangtua harusnya lebih detail bertanya ‘tadi zaman makan duduk dengan siapa’, karena sifat kognitifnya anak masih kinkret. Jadi perlu menerangkan dengan objek, ” paparnya.

Sebelum masuk SD, anak sebaiknya telah mengetahui angka & bisa membedakan berbagai warna dasar. Selain itu anak juga bisa mandiri, atau tidak selalu bergantung dengan orangtuanya.

“Kalau mau tes anak coba buka baju bagian atas lulus suruh dia mengancingkan lagi. Itu melihat motorik halus dan kemandirian. Juga dapat teratur dengan rutinitas. Ini kesiapan sekolah. Kesemua arah ini harus disimulasi, ” ujarnya

Ibu Romi mengingatkan, orangtua tidak menetapkan memaksa anak agar selalu memiliki peringkat teratas di sekolah. Terpenting dari sekolah adalah bagaimana budak paham dengan pelajaran dan ngerasa bahagia.

Baca Pula: Paula Verhoeven Istri Baim Wong Ternyata Belum Hamil Anak ke-2?

“Kalau ranking belum tentu juga akan berhasil dalam masyarakat. Ternyata ada faktor lain yang menentukan, ” ucapnya.

Scroll Up