Site Overlay

Apresiasi Tenaga Kesehatan, Korea Sleatan Sediakan Bus Pemulihan buat Istirahat

Suara. com berantakan Musim panas yang terjadi di Korea Selatan membuat tenaga kesehatan tubuh di pusat pengujian COVID-19 berjuang melawan peluh.

Penerapan alat pelindung diri (APD) yang tak boleh ditanggalkan membuat sebagian besar gaya kesehatan mengeluhkan rasa tak nyaman.

Bermaslahat, keluhan para tenaga kesehatan tubuh tersebut di dengar oleh pemerintah. Khusus untuk tenaga kesehatan, pemerintah Korea Selatan menyediakan bus pemulihan sebagai tempat istirahat.

Bus hak pemerintah itu dilengkapi dengan AC, air dingin serta cemilan, yang boleh digunakan tenaga kesehatan.

Baca Juga: Resep Punya Wujud Kuat ala Legenda Man United Park Ji-sung, Sering Minum Jus Kodok

Ilustrasi Covid-19. (Shutterstock)

“Rasanya seperti berada dalam igloo dan saya mampu rileks di sini, ” kata staf medis Jung Tae-du pada Selasa zaman beristirahat di sebuah bus di pusat pengujian COVID Kota Namyangju, yang berkecukupan di luar ibu praja Seoul.

Dua puluh besar bus biasanya digunakan sebagai tempat rehat para polisi dan petugas pemadam kebakaran dan dikerahkan secara bergilir ke pusat pengujian tatkala, kata Kementerian Kesehatan.

“Lingkungan kerja petugas medis dalam pusat pengujian sama dengan petugas pemadam kebakaran, jadi kami memutuskan untuk menyimpan bus pemulihan untuk positif mereka karena situasi virus corona yang berkepanjangan serta gelombang panas menambah kesulitan mereka, ” kata Shin Yeol-woo, Komisaris Dinas Kebakaran Nasional Korea Selatan kepada Reuters.

Dinas Kebakaran Nasional mengatakan sebesar bus dilengkapi dengan kamar mandi dan tempat rebah susun, serta menyediakan mie instan dan kimchi.

Bagian dinas sedang mempertimbangkan logistik 82 bus pemadam kebakaran tambahan atas permintaan pemerintah setempat.

Baca Juga: Covid-19 Varian Delta Tambah Mengancam Korea Selatan, 2 Kasus Pertama Dilaporkan

Korsel sedang memerangi gelombang infeksi terbesarnya selama pandemi, meski vaksinasi terhadap warga yang rentan dan personel krusial telah membatasi jumlah kasus COVID-19 yang serius.